Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar merupakan sebuat alat elektronik yang fungsinya membantu orang yang mengalami sulit mendengar

Nano Coating

Dengan Lapisan nono coating pada alat bantu dengar, lembab bukan masalah lagi...

Pusat Alat Bantu Dengar Karawang

Kami merupakan pusat alat bantu dengar Better hearing indonesia cabang karawang, yang melayani penjualan alat bantu dengar dengan pelayanan yang ramah dan tenaga ahli yang profesional bersertifikat internasional

Tehnologi yang mengerti kebutuhan anda

Dengan mengembangkan terus inovasi dalam melihat tingkat kebutuhan yang ada kami akan terus berusaha mengajikan yang terbaik untuk anda...

Suara lebih jernih..

Kini suara alat bantu dengar lebih jernih..

Minggu, 19 April 2015

Dr Oz Indonesia Eps Kebiasaan Merusak Pendengaran





sering mendengarkan musik melalui ear phone dengan volume besar, sering berada di tempat bising juga dapat membuat telinga rusak

Jumat, 17 April 2015

Tips Menghilangkan Lemak @DR OZ INDONESIA TRANS TV

Minggu, 05 April 2015

Rabu, 25 Februari 2015

Gangguan pendengaran anak

(Muharzi Aghta Trianto, Amd. Aud)
Tuna rungu adalah istilah yang menunjuk pada kondisi ketidakfungsian organ pendengaran atau telinga seorang anak. Kondisi ini menyebabkan mereka mengalami hambatan atau keterbatasan dalam merespon bunyi-bunyi yang ada di sekitarnya. Tunarungu terdiri atas beberapa tingkatan kemampuan mendengar, yaitu ada yang khusus dan umum.
Pada anak yang menderita tunarungu dimana menunjukkan suatu kondisi ketidakfungsian organ pendengaran atau telinga seorang anak. Kondisi ini menyebabkan mereka memiliki karakteristik yang khas, berbeda dengan anak normal pada umumnya.
Bagi anak tunarungu, kita bisa memberikan suatu Layanan pendidikan yang spesifik yaitu terletak pada pengembangan persepsi bunyi dan komunikasi. Hallahan dan Kaufman, (1988) menyatakan bahwa ada tiga pendekatan umum dalam mengajarkan komunikasi anak tunarungu, yaitu :
  1. Auditory training
  2. Speechreading
  3. Sing language and finggerspelling
Selain layanan pendidikan bagi anak tunarungu seperti yang telah dijelaskan diatas, kita pun mampu memberikan fasilitas anak tunarungu dalam pendidikan secara umum, dimana hal ini relatif sama dengan anak normal, seperti papan tulis, buku, buku pelajaran,alat tulis, sarana bermain dan olahraga. Oleh karena anak tunarungu mempunyai hambatan dalam mendengar dan berbicara, maka mereka memerlukan alat bantu khusus.
Mengenali Gejala Gangguan Pendengaran Pada Usia Dini
Menurut Yosita, sejak berada dalam  kandungan, bayi sudah dapat mendengar. Terlihat pada pemeriksaan USG, saat bayi bergerak-gerak merespon gelombang suara yang dihasilkan USG. Setelah lahir, bayi sudah mampu  mendengar suara-suara di sekitarnya. Buktinya adalah ketika  mendengar suara berisik, ia pun terbangun. Hanya karena perkembangan otak dan motoriknya belum sempurna, reaksi yang timbul sebatas tangisan atau membuka mata. Seiring dengan bertambahnya usia, respon yang diberikan  makin beragam, misalnya menoleh, mendekat ke arah suara dan sebagainya.
Selama perkembangan ini, anak  tidak cuma mampu mendengar, tetapi juga merekam jenis-jenis bunyi ke dalam otaknya. Tak heran menginjak usia 8 bulan, ia sudah  bisa mengenal suara ibu, ayah, atau  pengasuhnya. Rekaman ini suatu saat akan di-recall pada waktu si kecil belajar bicara.
Cara Mendeteksi Ganguan Pendengaran Usia Dini
Cara mendeteksi gangguan  pendengaran dengan mudah, Secara sederhana :
  1. Dapat dilakukan melalui permainan bunyi seperti tepuk tangan, batuk, menabuh kaleng, dan sebagainya. Bayi normal akan  memberi respon terhadap bunyi. Bisa dengan mengedipkan  mata, mimik wajahnya berubah, berhenti  mengisap ASI atau botol susu, terkejut serta bereaksi dengan mengangkat kaki dan tangan
  2. Pada bayi yang lebih besar, kerap kali merespon  dengan menolehkan kepala pada sumber bunyi. Minimal, ia mencari sumber bunyi tersebut dengan gerakan mata. Jika si kecil tak bereaksi, sebaiknya orang tua segera membawanya ke dokter.
Berikut adalah  beberapa dari  tanda-tanda gangguan pendengaran pada bayi :
  • Jika bayi tidak merespon  terhadap suara pada saat ia atau dia adalah 3 sampai 4 bulan tua
  • Jika bayi tidak mengatakan kata-kata pendek seperti papa atau  mama saat sudah usia satu tahun
  • Bayi tidak menanggapi suara Anda
  • Bayi tidak meniru suara apa pun yang Anda buat
  • Bayi tidak merespon musik atau cerita
Kadang–kadang, anak-anak dapat mengembangkan gangguan pendengaran ketika mereka mendapatkan sedikit lebih tua karena membangun lilin telinga, infeksi atau cedera. Maka Anda harus mencari tanda-tanda lain gangguan pendengaran seperti berikut:
  • Anak tidak mendengar televisi pada volume yang sangat keras
  • Anak tidak merespons ketika Anda memanggil namanya
  • Anak menderita masalah pidato
  • Si anak menunjukkan masalah belajar
  • Anak mengeluh kepada Anda tentang penderitaan dari earaches
Gangguan Pendengaran Pada Bayi Dan Anak
Gangguan telinga luar dan telinga tengah dapat menyebabkan gangguan pendengaran tipe KONDUKTIF (Conductive Hearing Loss) dimana terdapat hambatan hantaran  gelombang suara karena  kelainan atau  penyakit pada telinga luar dan tengah, sedangkan gangguan telinga dalam dapat menyebabkan  gangguan  pendengaran  tipe SENSORI NEURAL (Sensori Neural Hearing Loss). Jika terdapat kelainan atau penyakit tipe konduksi disertai sensorineural maka kelainan tersebut termasuk tipe CAMPURAN (Mixed Hearing loss). Penyebab gangguan pendengaran pada anak biasanya dibedakan menjadi 3 berdasarkan saat terjadinya gangguan pendengaran yaitu
1.    Pada saat  kehamilan atau dalam  kandungan (PRENATAL)
Yang berkaitan dengan keturunan (genetik). Yang tidak berkaitan dengan keturunan seperti Infeksi pada kehamilan terutama pada awal kehamilan/trimester pertama (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes, Sifilis), kekurangan zat gizi, kelainan struktur anatomi serta pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan yang berpotensi menggangu proses pembentukan organ dan merusak sel-sel rambut dirumah siput seperti salisilat, kina, neomycin, streptomisin, gentamisin, thalidomide barbiturate dll
2.  Pada saat  Kelahiran atau Persalinan (PERINATAL)
Beberapa keadaan yang dialami bayi pada saat lahir juga merupakan faktor resiko untuk terjadinya gangguan pendengaran seperti tindakan  dengan alat  pada saat proses kelahiran (ekstraksi vakum, tang forsep), bayi lahir premature (< 37 mgg), berat badan lahir rendah (< 2500 gr), lahir tidak menangis (asfiksia), lahir kuning (hiperbilirubinemia). Biasanya jenis gangguan pendengaran yang terjadi akibat faktor prenatal dan perinatal ini adalah tipe saraf / sensori neural dengan derajat yang umumnya berat atau sangat berat dan sering terjadi  pada kedua telinga.
3.  Pada saat setelah  Persalinan (POSTNATAL)
Pada saat  pertumbuhan seorang bayi dapat terkena infeksi bakteri maupun virus seperti Rubella (campak german), Morbili (campak), Parotitis, meningitis (radang selaput otak), otitis media (radang telinga tengah) dan Trauma kepala. Bayi yang mempunyai  faktor resiko diatas mempunyai kecenderungan menderita gangguan pendengaran  lebih besar dibandingkan bayi yang  tidak mempunyai faktor  resiko tersebut.Seorang anak harus  diperiksa fungsi pendengarannya segera setelah dicurigai terdapat faktor-faktor resiko diatas  atau  anak tidak bereaksi terhadap bunyi-bunyian disekitarnya (tepukan  tangan, suara mainan, terompet, sendok yang dipukulkan  ke gelas/ piring dll) dan terdapat keterlambatan perkembangan  bicara dan bahasa.

Cara Mencegah dan Mengatasi
Orang tua sering terlambat dalam mengenali gangguan pendengaran seorang anaknya. Padahal gangguan pendengaran sering terjadi pada saat anak pra sekolah. Sebenarnya gangguan pendengaran sendiri dapat diwaspadai dengan melakukan skrining. Skrining bertujuan menemukan kasus gangguan pendengaran sedini mungkin. Dengan demikian seorang yang melakukan skrinning pada saat bayi baru lahir, pra sekolah dan saat anak sedang bersekolah, diharapkan seorang anak yang mengalami cacat dengar dapat dibatasi akibatnya. Maksudnya seorang anak yang mengalami gangguan pendengaran dapat dicarikan jalan yang terbaik baik itu pendidikan dan perkembangan anak tersebut.
Sayangnya, tindakan rehabilitasi atau habilitasi pada anak yang mengalami gangguan pendengaran masih mahal dan belum merata, artinya belum bisa menjangkau pada anak-anak di daerah yang terpencil dan terisolasi. Meski demikian, ada beberapa sederhana untuk melakukan skrinning yang tepat. Diantaranya adalah melakukan respons audiotrik misalnya bertepuk tangan, membunyikan lonceng dan mainan.
Sedangkan cara jika ingin memperoleh hasil yang tepat ketika mendiagnosa kelainan gangguan pendengaran pada seorang anak, maka bisa menggunakan :
Pemeriksaan  Sejak Usia 2 Hari
Pada pemeriksaan lebih lanjut, biasanya anak akan menjalani pemeriksaan audiometri sesuai umur, diantaranya tes OAE (Oto Acoustic Emission) atau BERA (Brainstem Evoked Response Auditory). Cara kerjanya dengan menggunakan komputer serta dibantu sejumlah elektroda yang ditempelkan di permukaan  kulit kepala bayi. “Anak diberi rangsangan suara, kemudian direkam di komputer, hasilnya berupa data dalam bentuk grafik. Dari situlah akan  diketahui ambang dengarnya.
Pemeriksaan tersebut bertujuan  untuk memastikan  apakah  memang benar terjadi gangguan pendengaran, jenis gangguan pendengaran  serta letak kelainan yang menimbulkan gangguan pendengaran. Sehingga dapat dicari solusi terbaik untuk perawatan selanjutnya, dengan harapan anak bisa berkomunikasi dengan atau tanpa alat bantu dengar.Di Indonesia kini tengah digalakkan pemeriksaan pendengaran bayi sejak usia 2 hari. Semakin cepat dan tepat intervensi dilakukan. Hasilnya akan semakin baik.
Metode OAE
OAE atau Oto Acoustic Emission adalah sebuah teknik pemeriksaan kohlea berdasarkan prinsip elektrofisiologik. Dengan OAE bisa diketahui apakah kohlea bisa berfungsi normal sebagai reseptor pendengaran. Cara kerja dari OAE adalah menggunakan komputer serta dibantu sejumlah elektroda yang ditempelkan di permukaan kulit bayi. Proses kerjanya adalah sang bayi diberikan rangsangan suara. Hasil dari rangsangan suara tadi yang berupa data dalam bentuk grafik kemudian direkam di komputer. Hasil dari data tersebut adalah ambang dengar dari sang bayi tersebut yang diberi satuan db (desibel).
Dalam keadaan pendengaran normal, bunyi akan bergerak melalui salur telinga sampai gendang telinga. Suara dari salur telinga akan menimbulkan gelombang bunyi yang selanjutnya akan menyebabkan gendang telinga bergetar dan tulang telinga bergerak. Gerakan akan  menyebabkan cairan telinga dalam (koklea) menggerakkan sel rambut. Dari sinilah, sel rambut akan mengubah gerakan menjadi isyarat elektrik dan  selanjutnya akan disampaikan ke saraf pendengaran otak, pada akhirnya, manusia akan  mendengar bunyi. Mengingat proses diatas, kita tahu betapa pentingnya koklea di dalam  telinga kita, jadi pemeriksaan dengan  metode OAE patut dicoba.
Pemeriksaan sejak dini harus dilakukan jika bayi memiliki beberapa faktor risiko. Antara lain riwayat keluarga dengan tuli kongenital (tuli bawaan/keturunan), riwayat infeksi pranatal (TORCHS = Toksoplasma, Rubela, Cytomegalo Virus, Herpes), bayi dengan kelainan anatomi telinga, bayi lahir dengan BBLR/Berat Badan lahir Rendah < 1500 gr, persalinan dengan tindakan (vakum), hiperbilirubinemia/bayi kuning, asfiksia berat (lahir tidak menangis).
Terjadinya gangguan  pendengaran  akan berdampak pada keterlambatan bicara si anak kelak. Selain itu, orangtua haruslah  peka dengan  kondisi buah hatinya. Waspadai jika anak sulit menangkap pembicaraan pada lingkungan ramai, ucapan anak sulit dimengerti, anak bicara terlalu lemah/keras, kemampuan bicara yang tidak lengkap atau kata-katanya banyak yang hilang, nilai di sekolah turun terutama nilai bahasa Indonesia.
Pesan dari beberapa ahli, “Bila kondisi anak tuli sebagian (hearing impaired) dan bukanlah tuli total (deaf), berarti fungsi pendengaran yang berkurang tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan atau tanpa alat bantu dengar. Oleh karenanya sangat diperlukan deteksi dini, kalaupun  harus memakai alat bantu, tetap beri dukungan yang terbaik bagi anak.”
Klasifikasi Anak Tuna Rungu
Tuna rungu adalah iatilah yang menunjuk pada kondisi ketidakfungsian organ pendengaran atau telinga seorrang anak. Kondisi ini menyebabkan mereka mengalami hambatan atau keterbatasan dalam merespon bunyi-bunyi yang ada di sekitarnya. Tunarungu terdiri atas beberapa tingkatan kemampuan mendengar, yang khusus dan umum. Ada beberapa klasifikasi anak tuna rungu secara umum, yaitu :
1. Klasifikasi umum
  1. The deaf, atau tuli, yaitu penyandang tunarungu berat dan sangat berat dengan tingkat ketulian diatas 90 dB
  2. Hard of hearing, atau kurang dengar, yaitu penyandang tunarungu ringan atau sedang dengan tingkat ketulian 20 -90 dB
2.      Klasifkasi khusus
  1. Tunarungu ringan, yaitu penyandang tunarungu yang mengalami tingkat ketulian 25 – 45 dB. Seorang yang mengalami tunarungu ringan, ia mengalami kesulitan untuk merespon suara-suara yang datangnya agak jauh. Pada kondisi demikian, anak secara psikologis sudah memerlukan perhatian khsusus dalam belajarnya disekolah, misalnya dengan menempatkan tampat duduk di bagian depan yang dekatnya dengan guru.
  2. Tunarungu sedang yaitu penyandang tunarungu yang mengalami tingkat ketulian 46 – 70 dB. Seorang yag mengalami ketunarunguan sedang, ia hanya akan mengerti percakapan apada jarak 3 – 5 feet secara berhadapan, tetapi tidak dapat mengikuti diskusi dikelas. Untuk anak yang mengalami ketunarunguan ini memerlukan adanya alat bantu dengar ( hearing aid ) dan memerlukan pembinaan komunikasi, persepsi bunyi dan irama.
  3. Tunarungu berat, yaitu penyandang tunarungu yang mengalami tingkat ketulian 71 – 90 dB. Seseorang yang mengalami ketunarunguan tingkat taraf berat, hanya dapat merespon bunyi-bunyi dalam jarak yang sangat dekat dan diperkeras. Siswa dengan kategori ini memerlukan alat bantu dengar dalam mengikuti pendidikannya disekolah. Siswa juga sangat memerlukan adanya pembinaan atau latiha komunikasi dan pengembangan bicaranya.
  4. Tunarungu sangat berat, yaitu penyandang tunarungu yang mengalami tingkat ketulian  90 dB keatas. Seseorang yang mengalami ketunarunguan tingkat sangat  berat ini sudah tidak dapat merespon suara sama sekali, tetapi mungkin masih bisa merespon melalui getaran suara yang ada. Untuk kegiatan pendidikan dan aktifitas yang lainnya, penyandang tunarungu ini lebih mengandalkan kemampuan visual atau penglihatannya.

Karakteristik anak tunarungu
Tunarungu adalah istilah yang menunjuk pada kondisi ketidakfungsian organ pendengaran atau telinga seorang anak. Kondisi ini menyebabkan mereka memiliki karakteristik yang khas, berbeda dengan anak normal pada umumnya. Beberapa karakteristik anak tunarungu diantarnya adalah :
1.      Segi fisik
Cara berjalannya kaku dan agak membungkuk. Akibat terjadinya permasalahan pada organ keseimbangan telinga, menyebabkan anak tunarungu mengalami kekurangseimbangan dalam aktifitas fisiknya.
Pernafasannya pendek dan tidak teratur. Anak tunarungu tidak pernah mendengarkan suara-suara dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana bersuara atau mengucapkan kata-kata dengan intonasi yang baik, sehingga mereka juga tidak bisa mengatur pernafasannya dengan baik, khususnya dalam berbicara.
Cara melihatnya agak beringas. Penglihatan merupakan salah sau indra yang paling dominan bagi anak penyandang tunarungu, dimana sebagian pengalamannya diperolah melalui penglihatan. Oleh karena itu, anak tunarungu dikenal sebagai anak visual, sehingga cara melihatnya selalu menunjukkan keingintahuan yang besar dan terlihat beringas.
2.  Segi bahasa
  • Miskin akan kosakata
  • Sulit mengartikan kata-kata yang mengandung ungkapan atau idiomatic
  • Tatabasanya kurang teratur
3.      Intelektual
Kemampuan intelektualnya normal. Pada dasarnya anak tunarungu tidak mengalami permasalahan dalam segi intelektual. Namun akibat keterbatasannya, dalam berkomuniksi dan berbahasa, perkembangan intelektualnya menjadi lamban.
Perkembangan akademiknya lamban karena adanya keterbatasan bahasa. Karena keterlambatab dari segi intelektual akibat adanya hambatan dalam berkomunikasi, maka dalam segi akademiknya juga mengalami keterlambatan.
4.      Sosial-emosional
  • Sering merasa curiga. Sikap ini terjadi akibat kelainan fungsi pendengarannya. Meraka tidak dapat memahami apa yang di sampaikan orang lain, sehingga anak tunarungu menjadi mudah merasa curiga.
  • Sering bersikap agresif.
Layanan Pada Anak Tunarungu
Layanan pendidikan yang spesifik bagi anak tunarungu adalah terletak pada pengembangan persepsi bunyi dan komunikasi. Hallahan dan Kaufman, (1988) menyatakan bahwa ada tiga pendekatan umum dalam mengajarkan komunkasi anak tunarungu, yaitu :
  1. Auditory training
  2. Speechreading
  3. Sing language and finggerspelling
Ada beberapa cara dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak tunarungu yaitu :
  1. Metode oral, yaitu cara melatih anak tunarungu dapat berkomunikasi secara lisan ( verbal) dengan lingkungan orang mendengar. Dalam hal ini,perlu partisipasi lingkungan anak tunarungu untuk berbahasa secara verbal. Dapat pula diterpakan prinsip cybernetik yaitu menekankan perlunya suatu pengoyrolan diri. Setiap organ gerak bicara yang menimbulkan bunyi, di rasakan dan diamati sehingga hal itu akan memberikan umpan balik terhadap gerakanya yang akan menimbulkan bunyi selanjutnnya.
  2.  Membaca ujaran atau dalam dunia pendidikan sering disebut dengan membaca bibir ( lip reading ) membaca ujaran yaitu suatu kegiatan yang mencajup pengamatan visual dari bentk dan gerak bibir lawan bicara sewaktu dalam proses bicara. Membaca ujaran mencakup pengertian atau pemberian makna pada apa yang di ucapkan lawan bicara dimana ekspresi muka dan pengetahuan bahasa turut berperan. Ada beberapa kelemahan dari membaca ujara itu sendiri yaitu :
  3. Tidak semua bunyi bahasa dapat dilaihat pada bibir
  4. Ada persamaan antara berbagai bentuk bunyi bahasa misalnya bahasa bilabial ( p, b, m), dental ( t, d, n) akan terlihat mempunyai bentuk yang sama pada bibir.
  5. Lawan icara harus berhadapan dan tidak terlalu jauh
  6. Pengucapan harus pelan dan lugas
Metode manual
Metode manual yaitu cara mengajar atau melatih anak tunarungu berkomunikasi dengan isyarat atau ejaan jari. Bahasa manual atau bahasa isyarat mempunyai unsur gesti atau gerakan tangan yang ditangkap melalui  penglihatan atau suatu bahasa yang menggunakan modalitas gesti-visual.
d. Ejaan jari.
Ejaan jari adalah penunjang bahasa isyarat dengan  menggunakan ejaan jari. Ejaan jari secara garis besar dapat di kelompokkan dalam 3 jenis, yaitu :
  1. Ejaan jari dengan satu tangan ( one handed )
  2. Ejaan jari dengan dua tangan ( two handed )
  3. Ejaan jari campuran dengan menggunakan satu tangan dan dua tangan.
  4. Komunikasi total
Komunikasi total ini merupakan upaya perbaikan dalam mengajarkan komunikasi pada anak tunarungu. Komunikasi total  merupakan cara berkomunikasi dengan menggunakan salah satu modus atau semua cara berkomunikasi yaitu penggunaan sistem syarat, ejaan jari, bicara, baca ujaran, amplifikasi, gesti, pantomimik, mengganbar dan menulis serta pemanfaatan sisa pendenganran dan kemempuan seseorang.
Fasilitas Anak Tunarungu Dalam Pendidikan
Fasilitas anak tunarungu secara umum relatif sama dengan anak normal, seperti papan tulis, buku, buku pelajaran,alat tulis, sarana bermain dan olahraga. Oleh karena anak tnarngu mempunyai hambatan dalam mendengar dan berbicara, maka mereka memerlukan alat bantu khusus, antara lain :
a. Audiometer
Adalah alat elektronik untuk mengukur taraf kehilangan pendengaran seseorang. Melalui audiometer, kita dapat mengetahui kondisi pendengaran anak utunarungu lainnya :
  1. Apakah sisa pendengarannya di fungsionalkan melaui konduksi tulang atau konduksi udara.
  2. Berapa desibel anak tersebut kehilangan pendengarannya
  3. Telinga mana yang mengalami kehilangan pendengaran, apakah telinga kiri, kanan, atau keduanya
  4. Pada frekuensi berapa anak masih dapat menerima suara
Ada 2 jenis audiometer, yaitu audiometer oktaf ( untuk mengukur frekuensi pendengaran : 125 – 250 – 500 – 1000 – 2000 – 4000 – 8000 Hz) dan audiometer kontinyu ( mengukur pendengaran 25 – 1200 Hz)
b.   Hearing Aid
Merupakan alat bantu dengar yang mempunyai 3 unsur utama yaitu : microphone, amlifier, dan receiver. Alat bantu ini labih cepat di gunakan bagi anak tunarungu yang kelainan pendengaran konduktif. Begitu pula alat bantu dengan akan lebih efektif jika di gunakan sesuai dengan program prndidikan yang sistematis yang diajarkan oleh guru-guru yang profesional yang mampu memadukan ilmu pengetahuan anak beerkebutuhan khusus dengan pengetahuan audiologi dan patologi bahasa.
Anak tunarungu yang menggunakan alat bantu dengar diharapkan mampu memilih suar mana yang diperlukan dan mana bantuan mimik serta gerak bibir dari guru ( speech therapist ), maka anak tunarungu dapat berlatih menangkap artidari apa yang di ucapkan guru dan orang lain.
c. Telephone Typewriter
Yaitu mesin telepon yang merupakan alat bantu anak tunarungu yang memungkinkan mereka mengubah pesan diketik menjadi tanda-tanda elektronik yang diterjemahkan secara tertulis.
d. Mikro Komputer
Yaitu alat bantu khusus yang dapat memberikan informasi secara visual. Alat bantu ini sangat membantu anak tunarungu yang mengalami kelainan pendengaran berat. Keefektifan alat ini tergantung pada software dan materinya harus dapat dimengerti oleh anak tunarungu. Manfaat dari penggunaan mikro komputer adalah :
  1. Anak tunarungu dapat belajar mandiri, bebas tetapi bertanggung jawab
  2. Anak tunarungu dapat mengembangkan kreatifitas berfikir dengan mikro computer
  3. Anak tunarungu dapat berkomunikasi interaktif dengan informasi yang ada dalam program mikro komputer
e. Audio Visual
Audiovisual dapat berupa fil, vidio-tapes, tv. Penggunaan audiovisual tarsebut sangat bermanfaat bagi anak tunarungu, karena mereka dapat memperhatikan sesuat yang di tampilkan sekalipun dalam kemampuan mendengar yang terbatas.
f. Tape Recorder
Alat ini sangat berguna untuk mengontrol hasil uapan yang telah direkam, sehingga kita dapat mengikuti perkembangan bahasa lisan anak tunarungu dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Selain itu, alat ini sangat membantu anak tunarungu ringan dalam meyadarkan akan kelainan bicaranya, sehingga guru artikulasinya lebh mudah membimbing mereka dalam memperbaiki kemampuan bicara mereka. Tepe recorder juga dapat di gunakan untuk mengajar anak tunarungu yang belum bersekolah dalam mengenal gelak tawa, suara hewan, perbedaan antara suata tangisan dengan omelan,dsb
g.  Spatel
Spatel adalah alat bantu untuk  membetulkan posisi organ bicara, terutam lidah. Alat ini digunakan untuk menekan lidah, sehingga posisi lidah anak tunarungu benar ketika mereka berbicara.
h.  Cermin
Cermin dapat digunakan sebagai alat bantu tnarungu dalam belajar menguapkan sesuatu dengan artikulasi yang benar. Disamping itu, anak tunarungu dapat menyamakan ucapannya melalui cermin dengan  apa yang diucapkan oleh guru atau artikulator. Dengan itu, artikulator dapat mengontrol gerakan yang tidak tepat dari anak tunarngu, sehingga mereka menyadari dalam mengucapkan konsonan, vokal, kata-kata, kalimat secara benar

Jumat, 13 Februari 2015

Bagaimana cara membeli alat bantu dengar?




Klient : Keluarga saya memiliki masalah gangguan pendengaran bagaimana agar masalah pendengarannya menjadi lebih baik..     

Hearing spesialis : Apakah sudah melakukan pemeriksaan pendengaran? Karena gangguan penengaran ada tingkatan gangguan pendengarannya, jadi membutuhkan tes audiometri, nanti setelah di dapatkan tingkat ganguan pendengarannya baru nanti prosesnya akan dicoba pakai alat bantu dengar, apakah membantu pendengaran atau tidak.. jadi begitu prosesnya

Klient : Berapa harga alat bantu dengar ?

Hearing spesialis : Harga alat bantu dengar nanti tergantung dari tingkat gangguan pendengaran, alat bantu dengar yang kami jual dimulai dengan harga Rp3.300.000 untuk gangguan ringan-sedang. Dan untuk gangguan sangat berat harganya Rp5.450.000, adapun untuk model dan jenis alat bantu dengar yang lain memiliki harga yang beragam tergantung spesifikasi dari alat bantu dengarnya

Klient : Bagaimana proses pembelian alat bantu dengar ?

Hearing Spesialis : Proses pembelian alat bantu dengar dimulai dari otoskopi dan tes audiometri (pemeriksaan pendengaran), setelah di dapat hasilnya, maka akan diberikan pilihan alat bantu dengar sesuai dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan, misalnya sering berada di tempat ramai seperti Arisan keluarga, di restoran maka diperlukan alat bantu dengar full digital. Setelah di tentukan alat bantu dengar yang tepat maka dilakukan proses fitting alat bantu dengar atau coba alat bantu dengar, jika pada proses fitting alat bantu dengar telah sesuai dan pendengaran telah terbantu dengan alat bantu dengar proses selanjutnya pencetakan telinga dan pembayaran DP alat bantu dengar. Setelah cetakan telinga selesai klient dapat membawa pulang alat bantu dengar dengan melunasi pembayaran yang tersisa.

Klient : Bagaimana perawatan alat bantu dengar ?



Hearing spesialis : Untuk perawatan alat bantu dengar cukup mudah, karena alat bantu dengar tidak jauh berbeda dengan alat elektronik lainnya, tidak boleh terkena air, tidak boleh terjatuh dengan benturan keras, jika akan tidur beterai dicabut dan alat bantu dengarnya sebaiknya di service 3 bulan sekali. Ada baterai yang memang dibutuhkan untuk membuat alat bantu dengar itu bekerja, baterai ini biasanya jika dipakai 8 jam sehari dapat bertahan kurang lebih dua minggu per satu baterai.

Jumat, 30 Januari 2015

Gangguan pendengaran bisa sembuh dengan cara lain

Dengan cara apa kita mengembalikan pendengaran yang hilang??  itulah yang sebaiknya kita pikirkan.. karena belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan gangguan pendengaran.. sama seperti halnya mata jika sudah rusak dengan kondisi tertentu harus menggunakan kacamata.. begitu juga dengan pendengaran.. jika gangguan pendengaran solusinya adalah menggunakan alat bantu dengar...

Gangguan pendengaran dapat terjadi pada siapa saja, terkadang pada anak dewasa hingga orang tua..
Salah satu solusi mengatasi masalah pendengaran adalah dengan menggunakan alat bantu dengar, anda dapat mencoba menggunakan alat bantu dengar di rumah anda.. kami akan datang ke tempat anda untuk berkonsultasi dan memeriksakan pendengaran anda..
‪#‎alatbantudengar‬ yang dipakai tidak berpengaruh pada usia, tetapi lebih kepada tingkat gangguan pendengaran..
jika anda pengguna alat bantu dengar pastikan alat yang digunakan sesuai dengan tingkat gangguan pendengaran anda..
sebaiknya tidak asal membeli, karena bisa jadi alat tersebut bukan untuk gangguan pendengaran yang sedang anda rasakan, nanti bukan makin membantu malah semakin menambah kebingungan anda dalam mencari solusi masalah pendengaran anda... kok begini sih rasanya pakai alat bantu dengar ?#@$!!???...
Dapatkan solusi terbaik Masalah pendegaran keluarga anda..
Kami siap melayani anda dengan ramah dan profesional..
Hubungi kami :
BEKASI : 021-8835 9282
JAKARTA : 021-5366 7819
DEPOK : 021-9829 1331
KARAWANG : 0267 - 914 1133
BBM : 2691B52E
Whats app :083898 999 480
Free konsultasi, free home visit, free coba alat bantu dengar

Selasa, 30 Desember 2014

Kerja Sama Apotek

Anda dapat melakukan Pemeriksaan dan Pembelian Alat Bantu Dengar ke apotek apotik terdekat anda.. karena kami telah bekerjasama dengan beberapa apotek seperti :

1. Apotek Simpang Tiga Tambun
    Lokasi : (jln Raya Bekasi-Cibitung)
    Tlp       : 0812 8896 9052

2. Apotek Cipto (pasar lama Cikarang)
    Tlp      : 0852 1333 1662














3. Apotek Meditama (Kota jababeka)
    Tlp      : 021 8959 7766


4. Apotek Sumber Sehat (jln serang Cibarusah)
    Tlp      : 0819 0669 8837


5. Apotek Putra Gemilang (Jln Cikampek Purwakarta)
    Tlp      : 0856 9344 7955


6. Klinik kopindosat (Jl. RE martadinata purwakarta)
    Tlp      : 0856 9344 7955

7. Apotek family (Pasar Cilamaya)
    Tlp     : 0856 9344 7955


8. Apotek Pangadangan (pamanukan)
    Tlp     : 0857 1546 7345


9. Apotek djaya (Pasar Lama subang)
    Tlp     : 0857 1546 7345

Ingin Bekerja sama dengan kami ? segera hubungi : 0853 1229 3334